Fuel Meter

Pada kebanyakan Industri Manufacture atau yang lain penggunaan fuel flow meter atau yang sering disebut solar flow meter disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas penggunaan Dimana untuk penentuan model flow meter solar atau fuel flow meter disesuaikan dengan aplikasi mesin. Flow Meter Solar ini banyak digunakan pada mesin boiler, diesel atau genset, thermo oil, burner atau yang lainnya. Jenis Flow Meter yang digunakan terdiri dari beberapa jenis yaitu type turbine flow meter, oval flow meter, dan roots flow meter. Sedangkan pembacaan ada yang hanya totalizer

ada juga yang flow speed dan totalizer. Sedangkan untuk jenis pembacaan ada yang berupa digital display dan ada juga yang digital display  dan ada juga yang mechanical display atau sering disebut dengan analog. Untu pemakaian di Indonesia Flow Meter Solar yang banyak dipakai di dunia Industri kebanyakan mereknya adalah Luck Meter, Tokico, Oval dan Fill Rite

Oil Flow Meter yang banyak digunakan adalah model PD flow meter atau Positif Displacement Flow Meter dengan menggunakan rotor/gear/oval/roots dan ini banyak dipakai untu pengukuran flow solar, Bensin, Minyak Tanah, maupun oli.

Jenis Flow Positif Displacement Flow Meter ini mampu bekerja pada temperatur 120 derajat celcius, dan aplikasinya bisa digunakan untuk Diesel Oil, Kerosene, Fuel Oil, Light dengan akurasi yang agak longgar yaitu sekitar 0.5% dan untuk display flow meter solar digital bisa bekerja pada accuracy himgga 0.2% dengan sifat customs.

Sedangkan ukuran atau size fuel flow meter 1/2 inch hingga 10 inch, begitu juga masalah bahan atau material untuk body ada yang dari steel ada juga yang dari stainless steel. Flow Meter solar dalam instalasi ke pipa ada yang menggunakan ulir dan menggunakan flange yang mengacu pada JIS, ANSI DIM dan yang lainnya tergantung aplikasi standar yang digunakan.

Jadi krang lebih untuk pemilihan fuel flow meter yang perlu diinformasikan adalah :

1. Working Pressure

2. Sistem Koneksi (Tread, Flange, atau yang lain) standar koneksi JIS, DIN, ANSI atau yang lainnya.

3. Size atau Diameter Pipa

4. Temperature Kerja

5. Jenis Display (Digital atau Mechanical/Analog)

6. Pembacaan Flow Meter atau hanya Totalizer

7. Menggunakan Reset atau Tidak

8. Perlu keluaran untuk data, control atau transmitter lainya.

9. Punya sifat Korosif atau tidak.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: